Senin, 20 Februari 2012

de ja vu

ya mungkin ini judul yang tepat untuk catatan ini,

kemarin tanggal 20 februari 2012 mantan ane jadian untuk yang ke dua kalinya sama cowok pilihan dia gan, hampir tepat setahu yang lalu juga dia jadian sama cowok pilihan dia tapi g berlangsung lama, jujur hati ini hancur lihatnya, secara ane masih sayang banget sama dia.

dulu ane emang ngambil keputusan salah buat ninggalin dia, itu yang ane rasain sekarang. ane merasa seperti cowok paling bego sedunia, tapi ini udah jalan yang ane pilih. mau g mau harus ane jalanin dan sebisa mungkin ane nikmatin. hidup itu harus tetap berjalan anak muda.

keep moving

Jumat, 10 Februari 2012

SIMALAKAMA

Aneh banget rasanya terjebak dalam situasi seperti ini, maju kena mundur juga kena. Bingung mau ngapain, tidak ada jalan untuk melangkah, hanya bisa terpaku pada posisi yang sama. Posisi menyebalkan yang aku ciptakan sendiri, ingin rasanya aku keluar dari keadaan ini, dimana aku bebas melangkah kemanapun aku mau tanpa ada seorang pun yang melarang. kenapa hidupku jadi begini?

Sudah banyak orang yang aku kecewain, hatiku terkoyak hancur saat mengecewakan kamu, berusaha aku bersifat acuh didepanmu agar kamu menjauh dan aku tidak akan lagi mengecewakanmu untuk kesekian kalinya. Maafkan aku, tapi itu yang terbaik untukmu saat ini, menjauh dariku walau kita berdua terluka, tidak ada yang bisa aku perbuat untuk memperbaiki kesalahan ini. Aku terbelenggu oleh perbuatanku sendiri. Aku serasa tubuh tak bernyawa. Sampai kapan aku harus berada dalam posisi ini? apakah selamanya? belenggu ini terlalu kuat buatku untuk melepaskan diri.

Senyum dan sapa yang kamu lontarkan kepadaku waktu itu membuat raga ini serasa disambar petir, badanku terguncang, jantungku berdetak cepat sampai semua pembuluh darah menyalurkan darahku keotak yang berusaha keras bekerja untuk menjawab satu pertanyaan (apakah ini mimpi?, benarkah itu dia?, apakah dia berbicara kepadaku?). Begitu bahagianya aku bisa mendapat perhatian itu lagi tapi, sayang aku harus tetap berusaha menjauh darimu, tak ingin aku melukai hatimu lagi walau hanya secuil. biarkan aku terbelenggu disini, dimana semua harapan dan citataku harus kukubur dalam.

kalau kamu membaca ini kamu tidak salah, ini memang secuil catatan buat kamu. iya buat kamu.